Posted by: handyta on: December 18, 2009
Kabut di hutan pinus perlahan memudar
Tapi….
Rumah kita begitu sunyi
Senyap terasa…
Aku sendiri di sini
Mengenang kalau kita pernah memiliki hari-hari bersama di sini
Lalu ada tanya
Seberapa besar cintamu padaku….
Apakah rindumu sebesar rinduku….???
Posted by: handyta on: December 1, 2009
Rumah mungilku… begitu sepi dan berkabut…maafkan aku beberapa hari ini kutinggalkan …bukan aku melupakan, tapi … tak cukup waktuku, untuk singgah. Ku buka pintu….pengap,…begitu lama udara tak masuk menyegarkanmu. debu-debu menempel di kursi kayu kita.
Sepi ku rasa…. ku palingkan pandang ke luar jendela yang berkabut…berharap bersua bayangmu…
Aku tahu, apa yang kau rasakan kini….Begitu banyak air mata yang ke luar. Ada perih menyelinap hatiku, perih…karena ku tak mampu hapus air matamu. Perih …. karena ku tak mampu halau kegundahanmu, keresahanmu, kepedihanmu…
Kau berdiri membelakangiku….aku hanya mampu memandangi punggungmu…ku tak mampu menatap matamu…
Ingin ku peluk, menghalau gundahmu….tapi…kejadian demi kejadian mendekapmu hingga kau tak mampu meronta…
Tanganku terlalu lemah untuk menggapaimu,…. dalam diamku….Ada sebaris doa untukmu…kabut segera pergi dari hidupmu.
Jika kelak…. kau tak temukan jalan untuk kembali ke rumah kecil di tepi hutan pinus milik kita.
Pandanglah langit… di sana akan kau temukan bintang yang akan tunjukkan jalan…
Posted by: handyta on: November 24, 2009
Pagi ini, Matahari bersinar cerah….
Kusambut pagi, dengan sejuta harapan dapat bersua denganmu…
Walau hanya lewat barisan kata-kata, karena hanya itu yang bisa kita lakukan
Entahlah….
Apa yang terjadi padaku, aku tak muda lagi dan aku pun bukanlah anak belasan tahun
Tapi apa yang kurasakan seperti mundur ke beberapa tahun silam….
Impian dan harapan banyak menghampiriku….
Rumah mungil, hutan pinus, sungai kecil yang mengalir jernih
Yang setiap alirannya menjadi irama kehidupan cinta kita
Genggaman tanganmu, pelukanmu…
Semua kurasakan…
Cinta dan perhatianmu
Mengalir dalam aliran darahku
(Suatu pagi, kala rindu membangunkanku….)
Posted by: handyta on: November 21, 2009
Sejenak aku terpaku menatap langit malam ini yang seakan tak bersahabat,gelap pekat mencekam menutupi kotaku ini…
tapi kerinduanku padamu tak lah dapat dengan mudah dipatahkan oleh kegelapan dan kepekatan malam saja..
malam ini aku harus ‘pulang’ kerumah kita rumah yang kita bangun dengan dasar cinta dan ketulusan yang dipenuhi dengan berbagai macam pohon ketulusuan dan kejujuran..
Aku ingin agar kau pun merasakan dan mengerti bahwa tak ada batas waktu untuk kasih sayang ku padanu..walau jurang pemisah antara kita terlalu dalam…
Sayang…kuharap padamu jangan lah ada lagi keraguan dihatimu aku takan pernah mengingkari janji yang kita ikrarkan dibawah pohon pinus itu..aku akan tetap mendampingimu walau apapun yang terjadi.kau bukan lah awal cintaku tapi kau adalah akhir dari harapan dan kasih sayangku…
selamat malam cintaku peluk ciumku dari jauh untukmu..’Marabunta’..
Seperti air yang mengalir begitulah cintaku takan lebur ditelan waktu
Posted by: handyta on: November 21, 2009
Malam begitu dingin…
sepi mencekam…
Hujan sudah reda… air sisa hujan masih tergenang di halaman rumah kita
Jendela kita masih basah
Rasa lelah menderaku
Tapi…kenapa mata tak mau terpejam
Kenapa bayangmu tak mau hilang…
Bahkan semakin dekat dan terasa nyata…
Kenapa aku khawatir
Ada apa denganmu…
Dengan kata-kata yang kau tulis..??
Kenapa rasa ingin tahuku begitu besar
Tentang kegusaranmu….
Tentang hidupmu…
Bahkan cerita tentangmu tak mau kulewatkan selembar pun…
Akh….akhirnya ada tanya dalam hatiku..
Apakah kau rasakan apa yang kurasakan?
Posted by: handyta on: November 18, 2009
Mlm ini aku kecapean banget..Kerjaan 3 hari ini betul2 bikin tenagaku terkuras…Emmh mudah2n besok aku bisa lebih santai..Tiba2 aku teringat dirinya..Dia hadhir dengan sejuta harapan indah..Dia tersnyum menatapku cantik banget..Dia wanita yg penuh kharisma..Penuh wibawa dan penuh cinta..Aku sayang kamu sayang banget..Ough aku jadi kuat lagi aku semangat lagi..Karna mu sayang…
Posted by: handyta on: November 18, 2009
Ku pikir…
Cintaku sangat sederhana
Ternyata tidak…
Cintaku dibalut rindu…yang kian hari kian membelenggu
Ketika hari beranjak siang
Aku rindu purnama segera datang
Aku rindu dekapan malam ….
Yang di warnai impian-impian kita…
Ketika malam mendekapku…
Aku rindu sang mentari…
Aku ingin menyapa…”Selamat Pagi”
Dan…. dalam balutan cintaku…
Ada rasa yang memburu…
Rasa cemburu….
Aku tak mau mengikatmu dengan cemburuku
Tapi….
Rasa itu tiba-tiba menyelinap dalam relung kalbuku…
Aku Paham…
Aku takut… kehilanganmu
( Selepas senja….)
Posted by: handyta on: November 16, 2009
Selamat pagi sayang…Kuingn pagi ini ada cintamu..Ada senyum mu ada belai mesramu..Aku merindukan semua hal yang ada pada dirimu..Engkau begitu nyata hadir dalam desahan nafasku sehingga tak sedetikpun aku dapat melupakan mu.Kata2 mu tawmu memenuhi kisi2 jiwaku…Aku ingin slalu bersamamu dalam tiap langkahku aku tak dapat berjalan tanpa kau papah..Karna kau adalah kekuatan baru ku..Kau adalah bidadari hidupku..”marabunta”pagi sendu 06 30..I longing of u my princes
Posted by: handyta on: November 14, 2009
Suatu pagi…
kutemukan secarik pesan di pintu kamar kita…
“Sayang, aku pergi ke hutan pinus…
mencari ranting-ranting kecil untuk menyalakan tungku di rumah kita
jagalah rumah kita dengan segenap cinta yang kita miliki.”
Ada senyum getir menghiasi wajahku…
Maafkanku, tak sempat sajikan secangkir kopi untukmu…
Kulihat di meja kita ada secangkir kopi yang telah basi sisa kemarin…
Tak terasa…
Senja telah membayang…
Titik-titik hujan membasahi jendela rumah kita
Kau belum pulang…
Ku tatap hutan pinus, tak ada tanda-tanda kau pulang…
Ku buka pintu…berharap hadirmu…
Dingin menyergap…
Kubiarkan dingin menusuk pori-poriku…
Agar aku dapat rasakan hawa dingin yang kau rasakan di luar sana
Lalu…bayangnmu muncul…dengan wajah kuyup dan bibir yang membiru…
dingin….
Kusambut, ku usapkan pengering tubuh..ke wajah dan tubuhmu
Kugenggam erat tanganmu …untuk menghalau dingin yang menderamu
Ku nyalakan tungku perapian kita…
Kusajikan secangkir teh panas untukmu…
Tubuhmu tetap dingin….
Aku memelukmu…agar dingin itu sirna…
Kueratkan genggaman tanganku…
Kau menatapku…sambil berucap
Kau tak perlu menyalakan tungku perapian kita..
Karena kehangatan rumah kita…bukan dari api
Tapi dari cinta yang tulus yang di dalamnya terdapat
Kepercayaan, keikhlasan, ketulusan dan kesetiaan sepanjang zaman….
Hujan telah reda, purnama …bersinar penuh…
Memberi terang pada rumah kita…
( Suatu senja, kala rindu mendera)
Hujan malam ini tak terlalu deras..Hanya saja tak kunjung reda..Langit muram..Rembulan tak tampak tertutup awan..Hatiku begitu syahdu memendam hasrat yg menggelora mencabik cabik dinding ke tegaranku..Aku rindu tawa kecilmu..Ungkap manjamu yg menggelitik ketenanganku..Kau begitu dekat dan nyata dalam kehidupanku bagai darah,uriah,tambuniyah,camariyah.(empat kejadian anak turunan Adam)tercipta untuk bersama menatap dunia..Hadhirmu begitu terasa memenuhi tiap desah nafasku menemani tiap imaginasiku..Dan kholqon akhor ku.(jiwa suci yg ditiupkan Allah Swt,dalam penciptaan Nabi Adam As)kau adalah cinta murni yg ada ketika aku melara..Aku pasrah pada ke dua kakimu..Kupersembahkan dengan ketulusanku aku cinta padamu Handyta(“marabunta”saat hati meradang merindukan mu)
Recent Comments