Posted by: handyta on: November 21, 2009
Sejenak aku terpaku menatap langit malam ini yang seakan tak bersahabat,gelap pekat mencekam menutupi kotaku ini…
tapi kerinduanku padamu tak lah dapat dengan mudah dipatahkan oleh kegelapan dan kepekatan malam saja..
malam ini aku harus ‘pulang’ kerumah kita rumah yang kita bangun dengan dasar cinta dan ketulusan yang dipenuhi dengan berbagai macam pohon ketulusuan dan kejujuran..
Aku ingin agar kau pun merasakan dan mengerti bahwa tak ada batas waktu untuk kasih sayang ku padanu..walau jurang pemisah antara kita terlalu dalam…
Sayang…kuharap padamu jangan lah ada lagi keraguan dihatimu aku takan pernah mengingkari janji yang kita ikrarkan dibawah pohon pinus itu..aku akan tetap mendampingimu walau apapun yang terjadi.kau bukan lah awal cintaku tapi kau adalah akhir dari harapan dan kasih sayangku…
selamat malam cintaku peluk ciumku dari jauh untukmu..’Marabunta’..
Seperti air yang mengalir begitulah cintaku takan lebur ditelan waktu
November 23, 2009 at 6:45 am
Sebenarnya bukan keraguan, tapi kerinduan yang seringkali tapi bisa berdamai dengan keadaa….